Seruan Ramadan Damai Menguat, Masyarakat Diminta Tak Terpengaruh Narasi Provokatif

oleh -2 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana Ramadan tetap damai, sejuk, dan penuh toleransi. Momentum bulan suci dinilai harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan nasional serta mempererat solidaritas sosial, bukan menjadi ruang bagi berkembangnya narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dan persatuan selama Ramadan. Ia menyampaikan bahwa bulan suci merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai persaudaraan dan memperdalam kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, jangan sampai semangat ibadah dan kebersamaan ternodai oleh penyebaran isu-isu yang memicu perpecahan.

banner 336x280

“Ramadan adalah bulan persaudaraan dan kedamaian. Jangan sampai kita terprovokasi oleh narasi yang memecah belah persatuan bangsa,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di ruang digital yang pergerakannya sangat cepat dan masif. Ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum membagikan informasi, agar tidak ikut memperluas penyebaran kabar bohong atau konten yang bersifat provokatif.

“Gunakan media sosial secara bertanggung jawab dan pastikan setiap informasi yang diterima telah diverifikasi kebenarannya,” tegasnya.

Senada dengan itu, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap penyebaran hoaks dan konten provokatif selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan melalui patroli siber, penindakan terhadap akun penyebar disinformasi, serta penguatan literasi digital di berbagai lapisan masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu-isu yang belum tentu benar serta aktif melaporkan konten yang berpotensi memecah belah,” ujarnya.

Meutya menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci menjaga ruang publik tetap kondusif. Ramadan, menurutnya, harus menjadi momentum memperkuat literasi digital sekaligus mempererat persatuan nasional.

Seruan Ramadan damai ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. Upaya pencegahan terhadap narasi provokatif dilakukan secara proporsional dan terukur, sejalan dengan semangat demokrasi dan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab. Pemerintah berharap masyarakat dapat menjadikan Ramadan sebagai ruang memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, serta kebersamaan demi menjaga keutuhan bangsa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.