Rupiah Tetap Stabil Seiring Kuatnya Fundamental Ekonomi Nasional

oleh -8 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah akan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Juli hingga Agustus 2026. Optimisme tersebut disampaikan di tengah tekanan terhadap rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Perry, pelemahan rupiah pada April hingga Juni merupakan pola musiman yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Karena itu, Bank Indonesia tetap percaya diri pergerakan rupiah sepanjang tahun masih berada dalam rentang yang sesuai asumsi dasar ekonomi nasional.

banner 336x280

“Tapi yang kita percaya kan average tahunan. Dan kalau dilihat dari tahun ke tahun, rupiah itu memang umumnya dalam tekanan April, May, Juni. Tapi bulan Juli, Agustus akan menguat,” ujar Perry.

Ia menjelaskan asumsi nilai tukar dalam APBN 2026 berada di level Rp16.500 per dolar AS dengan kisaran Rp16.200 hingga Rp16.800. Perry optimistis nilai tukar rupiah masih akan bergerak di rentang tersebut seiring kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.

“Nilai fundamentalnya berapa? Average of the year Rp16.500. Kisaran bawahnya Rp16.200, kisaran atasnya Rp16.800. Apakah BI yakin akan masuk? Masuk,” kata Perry.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan krisis 1998. Ia menilai tekanan terhadap rupiah tidak mencerminkan melemahnya fondasi ekonomi nasional.

“Kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti ’97, ’98 lagi. Beda, ’97 ’98 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi,” ujar Purbaya.

Menurutnya, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif sehingga pemerintah memiliki ruang untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan memperkuat rupiah. Pemerintah bersama Bank Indonesia pun terus melakukan langkah stabilisasi melalui pasar obligasi.

“Kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu udah masuk, tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi,” kata Purbaya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan Bank Indonesia terus memperkuat stabilisasi rupiah di tengah dinamika global, termasuk konflik Timur Tengah dan kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

“Kami tetap meyakini dengan langkah-langkah yang dilakukan rupiah akan stabil dan cenderung menguat,” ujar Ramdan.

Ia menambahkan mayoritas mata uang dunia juga mengalami tekanan akibat kondisi global sehingga pelemahan rupiah bukan hanya terjadi di Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.