Resiliensi Media Diperkuat lewat Transformasi Literasi Digital Berbasis AI

oleh -6 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat resiliensi media nasional melalui transformasi program literasi digital yang kini berfokus pada peningkatan kecakapan masyarakat dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi AI yang membawa peluang sekaligus tantangan baru di ruang digital.

Pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi konten, memperluas akses informasi, dan mendorong inovasi di berbagai sektor. Namun, perkembangan teknologi generatif juga memunculkan ancaman berupa disinformasi, manipulasi konten, hingga penipuan digital berbasis AI yang semakin sulit dikenali.

banner 336x280

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa pendekatan literasi digital perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, program yang selama hampir satu dekade dijalankan kini diarahkan pada peningkatan kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang,” ujar Nezar.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan lama tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan era AI. Karena itu, fokus literasi digital kini diarahkan pada kemampuan masyarakat mengenali hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang semakin canggih akibat perkembangan teknologi generatif.

Sementara itu, President Director HP Indonesia, Juliana Cen, menilai AI telah menjadi bagian penting dalam dunia kerja modern. Menurutnya, pemanfaatan AI yang aman dan bertanggung jawab mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia menghadapi transformasi digital.

“AI bukan lagi sekadar ambisi jangka panjang. Fokus kami adalah membantu organisasi di Indonesia mengadopsi AI secara praktis, aman, dan bermakna,” ujar Juliana.

Penguatan literasi AI juga berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran keamanan siber. Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro, menekankan pentingnya literasi siber sebagai benteng menghadapi ancaman digital generasi baru.

“Peningkatan literasi siber menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak pada modus penipuan digital berbasis AI,” kata Satryo.

Pemerintah optimistis transformasi literasi digital berbasis AI yang didukung kolaborasi pemerintah, industri, media, dan komunitas akan memperkuat resiliensi media nasional sekaligus mewujudkan ekosistem digital yang aman, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi teknologi. **

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.