Program MBG Berhasil Serap Hasil Produksi Petani Lokal

oleh -10 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah dinilai mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pertanian nasional. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut disebut berhasil menyerap hasil produksi petani lokal dan menciptakan kepastian pasar bagi jutaan petani di berbagai daerah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan bagian dari ekosistem besar yang menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan konsumsi masyarakat secara langsung.

banner 336x280

“Itu MBG jangan lihat berdiri sendiri. Ini kata kunci ya. MBG itu menjadi offtaker 165 juta petani. Saya ulangi, MBG berdiri itu menjadi offtaker petani 165 juta petani Indonesia,” kata Amran.

Menurut Amran, keberadaan program MBG memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap secara optimal tanpa kekhawatiran kelebihan pasokan yang berpotensi menekan harga jual di tingkat produsen. Ia menilai pola tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain memperkuat serapan hasil pertanian, program MBG juga dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi desa. Aktivitas produksi, distribusi, hingga konsumsi yang berjalan secara terintegrasi menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah-daerah sentra pertanian dan peternakan.

Amran menyebut meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program MBG telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan nasional. Permintaan yang terus meningkat dinilai mampu menjadi stimulus bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

“Itu akan (membuat) anak-anak kita cerdas nanti ke depan, dia penuh dengan gizi. Kemudian berikutnya ekonomi berputar di desa. Pasar ini hidup dan langsung yang merasakan rakyat,” ujar Amran.

Program MBG sendiri menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Pemerintah menilai program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis produksi lokal.

Amran juga menegaskan bahwa program MBG tidak memiliki kepentingan politik, melainkan fokus pada upaya meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Anak SD, anak dalam kandungan, yang kita beri (MBG). Artinya, ingin betul-betul untuk rakyat Indonesia mempersiapkan generasi muda yang lebih tangguh, lebih cerdas,” kata Amran.

Dengan besarnya potensi serapan hasil pertanian melalui program MBG, pemerintah berharap tercipta rantai pasok pangan yang lebih kuat, stabil, dan berpihak kepada petani lokal. Program tersebut juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional di masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.