Presiden Prabowo Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan hingga Tingkat Desa

oleh -3 Dilihat
banner 468x60

Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dan memperkuat swasembada pangan nasional secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa. Komitmen tersebut disampaikan di hadapan lebih dari 100 ribu petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda sehingga negara harus memastikan ketersediaannya bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, penguatan pangan di sektor pertanian dan perikanan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sebagai garda terdepan penyedia pangan.

banner 336x280

“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang, jual, kirim ke mereka. Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan, asal harganya benar,” ujar Presiden.

Keberhasilan tersebut, lanjut Presiden, menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mulai memainkan peran sebagai salah satu penopang ketahanan pangan global.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan berbagai capaian sektor pertanian selama pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, tingkat kesejahteraan petani mencatat prestasi tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

“NTP atau Nilai Tukar Petani sebagai indikator kesejahteraan petani mencapai 127, tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Kemudian pertumbuhan ekonomi sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir,” ujar Amran.

Selain itu, ekspor sektor pertanian meningkat hingga Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dengan capaian tersebut, total manfaat ekonomi yang dinikmati petani diperkirakan mencapai Rp200 triliun. Angka tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan penguatan sektor pangan mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan pelaku usaha tani di berbagai daerah.

Dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga disampaikan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dan perikanan semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui penguatan produksi, peningkatan kesejahteraan petani, serta perluasan peran Indonesia di pasar global, pemerintah optimistis swasembada pangan berkelanjutan dapat terus diwujudkan. Langkah tersebut sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional yang berakar kuat dari desa dan sektor pertanian.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.