JAKARTA – Pembangunan ribuan jembatan perintis Garuda terus dipercepat di berbagai wilayah terpencil sebagai upaya membuka akses bagi masyarakat yang selama ini terisolasi. Program yang direncanakan Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2025 ini menyasar 2.838 titik jembatan yang tersebar di 38 provinsi, dengan prioritas pada wilayah-wilayah berketerisolasian tinggi dan kebutuhan konektivitas yang mendesak.
Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan program pembangunan ribuan jembatan perintis ini dimulai saat Presiden Prabowo Subianto mengetahui banyak warga di wilayah-wilayah terpencil yang harus menyeberangi sungai hanya untuk bepergian.
“Percepatan pembangunan jembatan yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 28 November tahun 2025, menyusul banyaknya laporan, temuan, dan video mengenai anak-anak sekolah di daerah terpencil yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras karena tidak adanya jembatan yang layak,” kata Kurnia.
Ia menambahkan, hingga 28 Juli 2026, dari total target 2.838 jembatan, sebanyak 1.416 titik atau 49,9 persen telah selesai dibangun, sementara 1.422 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Program ini telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 4,25 juta jiwa, serta memperlancar akses menuju 8.505 sekolah, 4.250 fasilitas kesehatan, dan 4.360 pusat kegiatan ekonomi.
Penunjukan TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana program didasari pertimbangan kemampuan teknis dan jangkauan wilayah.
“Satuan Zeni TNI Angkatan Darat memiliki kemampuan teknis pembangunan jembatan didukung jaringan komando kewilayahan yang menjangkau hingga tingkat desa,” ujar Kurnia.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa jajarannya terus mempercepat pembangunan jembatan di wilayah Lampung untuk membuka akses hingga pelosok desa.
“Hingga pertengahan 2026, melalui Program Jembatan Perintis Garuda, Kodam XXI/Radin Inten telah menyelesaikan pembangunan 27 dari target 57 jembatan gantung, sembilan dari 27 jembatan Armco, serta lima dari 36 jembatan beton,” kata Kristomei.
Kehadiran jembatan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Waktu tempuh di sejumlah wilayah berkurang sekitar 45 hingga 50 menit, sementara biaya distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan turun 30 hingga 50 persen. Program Jembatan Garuda menunjukkan kerjasama pemerintah pusat, daerah, dan TNI dalam menghadirkan akses dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil, yang secara perlahan membuka akses dan mempererat konektivitas antar daerah.













