Pemerintah Benahi BUMN Merugi, Fokus pada Perusahaan Produktif

oleh -3 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah membenahi badan usaha milik negara (BUMN) melalui efisiensi, konsolidasi, dan penutupan perusahaan yang tidak produktif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aset negara dikelola secara efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dari 1.000 BUMN, 1.074, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining. Kita sudah kurang lebih 360, 364 ya, sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup. Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat,” ujar Prabowo

banner 336x280

Presiden menegaskan, pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya mengembalikan pengelolaan perekonomian nasional sesuai amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.

Menurutnya, perbaikan tata kelola membutuhkan proses dan konsistensi agar kekayaan negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Sekian puluh tahun kekayaan kita bocor, luar biasa. Tapi kita sekarang berani. Kita ubah, kita kembali ke Pasal 33 dan 34 Undang-Undang 1945. Pengalihan ini, perbaikan ini tidak bisa seketika,” ungkapnya.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah R, Hariqo Wibawa Satria, menyebut perampingan BUMN dari 1.077 menjadi sekitar 300 perusahaan berpotensi menghemat uang negara lebih dari Rp50 triliun.

Ia menilai kebijakan ini juga mempersempit ruang patronase politik dan mendorong perusahaan negara beroperasi secara profesional.

“Saat ini banyak sekali orang yang berhenti jadi komisaris, banyak orang yang berhenti jadi direksi dan untuk pertamanya tantiem itu sudah tidak ada lagi untuk para komisaris,” kata Hariqo.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menilai pembenahan BUMN menjadi bagian dari upaya memperbaiki fundamental ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya kejelasan penugasan dan anggaran agar perusahaan negara tidak terbebani kewajiban yang berpotensi menimbulkan kerugian.

“Prinsip dasarnya, pemerintahan Presiden Prabowo sudah dijalani dengan benar, beliau membenahi fundamental kita,” ujar Andre.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong efisiensi dan meningkatkan produktivitas perusahaan pelat merah.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap BUMN semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.