Jakarta – Pasokan listrik selama Ramadan 1447 Hijriah dipastikan dalam kondisi andal seiring penguatan inspeksi siaga yang dilakukan PLN Indonesia Power di berbagai unit pembangkitan dan pemeliharaan. Melalui rangkaian kegiatan Inspeksi Siaga Kelistrikan dan Safari Ramadan, perusahaan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional sekaligus menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat di bulan suci.
Salah satu agenda utama dilaksanakan di Unit Bisnis Pembangkitan Pangkalan Susu, Sumatra Utara. Kegiatan tersebut mengusung tema Menyerap Aspirasi, Menguatkan Kolaborasi, Mengakselerasi Transformasi. Manajemen melakukan pengecekan langsung ke area pembangkit untuk memastikan kesiapan peralatan, ketersediaan suku cadang, optimalisasi sistem monitoring, serta kesiapsiagaan personel yang bertugas selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Langkah preventif ini dinilai penting guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan listrik, terutama saat terjadi peningkatan kebutuhan daya pada jam-jam ibadah dan aktivitas masyarakat.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyampaikan apresiasi atas tren positif kinerja Unit Bisnis Pembangkitan Pangkalan Susu sepanjang 2025 yang menunjukkan peningkatan dari sisi keandalan dan performa operasional.
“Kinerja positif ini mencerminkan soliditas dan kolaborasi tim yang kuat. Kami memastikan seluruh peralatan dan personel dalam kondisi siap untuk menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya pada momen Ramadan hingga Idulfitri,” kata Bernadus di Jakarta.
Menurutnya, periode Ramadan menjadi momentum krusial bagi perusahaan untuk menunjukkan kesiapan operasional secara optimal.
“Manajemen tidak hanya berfokus pada capaian teknis, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para operator dan petugas lapangan yang berada di garda terdepan menjaga sistem kelistrikan tetap stabil,” tegasnya
Senada, Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PLN Indonesia Power, Arief Budiman, menekankan pentingnya komunikasi dua arah dalam mendukung transformasi perusahaan.
“Transformasi tidak hanya berbicara tentang teknologi dan capaian kinerja, tetapi juga keterbukaan dalam menyampaikan aspirasi. Kolaborasi yang kuat lahir dari komunikasi yang jujur dan konstruktif,” ungkap Arief.
Selain penguatan aspek operasional, Safari Ramadan juga diisi dengan kegiatan sosial melalui program PLN Indonesia Power Peduli. Di wilayah operasional Pangkalan Susu, manajemen menyalurkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh jajaran pimpinan unit, sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan di sekitarnya.
General Manager Unit Bisnis Pemeliharaan, Rahmat Syahputra Lubis, menegaskan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang terus dijalankan secara konsisten. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat berbagi.
“Kami berharap santunan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi adik-adik dalam meraih cita-cita,” ujarnya.
Melalui kombinasi penguatan inspeksi siaga kelistrikan dan aksi sosial Ramadan, PLN Indonesia Power menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga keandalan energi nasional, tetapi juga sebagai entitas yang aktif berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kesiapan teknis yang diperkuat dengan kepedulian sosial diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk dan nyaman, dengan pasokan listrik yang stabil dan pelayanan yang tetap prima di seluruh wilayah operasional.














