MBG Peringkat 2 Global: Bukti Komitmen Pemerintah pada Gizi Anak Diakui Dunia

oleh -14 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah dinilai sebagai salah satu program gizi paling ambisius di dunia. Pencapaian peringkat kedua secara global menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasi gizi anak sejak dini.

banner 336x280

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan World Food Programme (WFP) menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat dua tertinggi di dunia dalam hal pemberian makan untuk siswa sekolah.

Ada sekitar 174.900.000 anak di seluruh dunia menerima manfaat program makan di sekolah. Dari total 174 negara di dunia, ada 107 negara yang telah menjalankan program makan sekolah sebagai program nasional.

Menurut BGN, organisasi kemanusiaan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyebut jumlah penerima program makan sekolah di Indonesia telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 diantaranya merupakan siswa sekolah.

Pengakuan internasional terhadap program MBG bukan sekadar simbol prestasi administratif. Lebih dari itu, capaian ini mencerminkan komitmen nyata negara dalam memastikan generasi muda tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing.

Di tengah berbagai tantangan pemenuhan gizi anak di banyak negara, langkah Indonesia melalui MBG menunjukkan arah kebijakan yang progresif. Program ini menegaskan bahwa investasi pada gizi anak adalah investasi strategis bagi masa depan bangsa.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati mengatakan data global yang dihimpun WFP menunjukkan posisi pertama diraih India dengan 118 juta penerima, sementara Indonesia berada di atas sejumlah negara besar seperti Brasil (38,5 juta), China (32,57 juta), dan Amerika Serikat (30,1 juta).

Hida menyebut, capaian itu memperlihatkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, Indonesia mulai memainkan peran penting dalam upaya global memperkuat ketahanan gizi anak melalui program makan sekolah.

Dengan lebih dari 61,2 juta penerima manfaat, Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan program makan sekolah terbesar di dunia. Ini menunjukkan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas.

Hida menambahkan, program MBG juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan produktif. Ia berharap, program ini mampu memperkuat kualitas gizi sekaligus mendukung peningkatan prestasi belajar anak-anak Indonesia dengan dukungan sistem pelaksanaan yang kuat.

Atas pengakuan di level internasional, Pengamat Kebijakan Publik, Banter Adis, memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo dan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Ia menilai hal itu mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia.

Ia mengatakan, program MBG tidak hanya berperan dalam meningkatkan asupan gizi anak, tetapi juga berdampak pada peningkatan konsentrasi belajar serta kesehatan generasi muda.

Alumni Kajian Aksi Strategis PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu menyebut, sebelum memperoleh pengakuan dunia internasional, program MBG sudah terbukti memberikan dampak positif dengan mengubah pola asupan anak-anak menjadi lebih sehat karena pola gizi yang terjaga.

Penilaian Adis juga didasarkan pada hasil kajian yang dilakukan oleh Research Institute of Socio-Economic Development (RISED). Dalam penelitian itu ditemukan adanya perubahan signifikan pada rutinitas makan anak-anak yang menjadi penerima manfaat program MBG.

Sekitar 80 persen orang tua menyatakan bahwa setelah adanya program MBG, anak-anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, sebanyak 81 persen orang tua dari keluarga prasejahtera juga menyatakan mendukung keberlanjutan program tersebut.

Menurut Adis, temuan tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya diterima dengan baik oleh masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan anak-anak. Oleh karena itu, ia sangat mendukung keberlanjutan program MBG sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Ke depan, keberhasilan program MBG perlu terus dijaga melalui penguatan tata kelola, kualitas menu, serta pemerataan distribusi manfaat. Konsistensi pelaksanaan akan menjadi kunci agar manfaat gizi yang diberikan benar-benar dirasakan oleh seluruh anak Indonesia.

Pengakuan dunia terhadap MBG juga menjadi pengingat bahwa kebijakan publik yang berpihak pada kesehatan anak memiliki dampak luas bagi pembangunan bangsa. Ketika negara menempatkan gizi sebagai prioritas, maka fondasi bagi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif pun semakin kuat.

Selain itu, keberlanjutan program ini juga memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut akan memastikan program MBG tidak hanya besar dalam skala, tetapi juga kuat dalam kualitas pelaksanaan.

Dengan demikian, capaian peringkat dua dunia bukan sekadar angka dalam laporan global. Ia menjadi simbol bahwa komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia mulai mendapat pengakuan di panggung internasional.

)* Pemerhati isu sosial-ekonomi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.