Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional terus menunjukkan penguatan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Salah satu indikator penting yang menjadi sorotan pada tahun 2026 adalah keberhasilan Indonesia memperkuat dana kedaulatan nasional atau sovereign wealth fund (SWF) melalui Danantara Indonesia hingga masuk jajaran lima besar dunia.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa aset dana kedaulatan Indonesia kini telah mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara lebih dari Rp17.000 triliun. Capaian tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam perjalanan ekonomi nasional dan mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia.
“Kita sekarang punya sovereign wealth fund, dana kedaulatan. Aset yang kita kelola sekarang US$1.000 miliar dan kita sekarang kelima terbesar di dunia,” ujar Presiden Prabowo.
Pemerintah menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi pembangunan ekonomi yang menitikberatkan pada penguatan sektor produktif, hilirisasi industri, ketahanan pangan, serta pengelolaan aset negara yang lebih modern dan terintegrasi. Danantara Indonesia diproyeksikan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat investasi nasional dan mempercepat pembangunan ekonomi jangka panjang.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia telah menunjukkan sejumlah capaian penting dalam menjaga stabilitas nasional, mulai dari penguatan ketahanan pangan hingga penciptaan lapangan kerja baru. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi fondasi penting yang membuat ekonomi Indonesia lebih siap menghadapi tekanan global.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa penguatan dana kedaulatan nasional membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menarik investasi strategis dan memperluas pembiayaan pembangunan nasional.
“Danantara dibangun untuk memperkuat kapasitas investasi nasional dan meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Rosan.
Pemerintah memandang bahwa keberadaan dana kedaulatan yang besar akan memberikan fleksibilitas lebih kuat dalam mendukung proyek strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur, energi, industri hilirisasi, hingga pengembangan ekonomi hijau. Selain itu, penguatan SWF juga dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.
Dalam waktu yang relatif singkat sejak pembentukannya pada 2025, Danantara Indonesia dinilai berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dan bahkan disebut melampaui sejumlah negara lain dalam nilai aset kelolaan. Pemerintah optimistis penguatan dana kedaulatan nasional akan semakin memperbesar kapasitas ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Pemerintah juga memastikan bahwa pengelolaan dana kedaulatan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Penguatan tata kelola dan pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui penguatan Danantara Indonesia dan strategi pembangunan ekonomi yang terintegrasi, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang.












