Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Ekonomi Berikan Nilai Tambah bagi Masyarakat

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pembangunan ekonomi pada dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai perlu diarahkan tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperbesar nilai tambah yang dirasakan masyarakat. Pemanfaatan teknologi, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan perluasan kesempatan ekonomi menjadi bagian penting dalam agenda tersebut.

Plt. Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital RI Farida Dewi Maharani mengatakan, meski masa pemerintahan Prabowo-Gibran masih relatif singkat, berbagai program yang dijalankan merupakan bagian dari kesinambungan pembangunan sebelumnya.

banner 336x280

“Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, waktu yang dijalankan memang relatif singkat, namun program pemerintah merupakan bagian dari program yang berkelanjutan dari pemerintahan sebelumnya dengan harapan dapat memberikan dampak yang lebih baik kepada masyarakat,” kata Farida.

Menurut dia, pembangunan ekonomi perlu memastikan masyarakat semakin mampu menjadi pelaku ekonomi. Pemanfaatan teknologi dan konektivitas, misalnya, dapat membuka akses terhadap pasar, usaha, pendidikan, dan pekerjaan yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Pembangunan ekonomi perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah yang semakin besar kepada masyarakat dan mendorong masyarakat untuk tumbuh serta lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Farida menilai UMKM memiliki posisi penting dalam proses tersebut. Digitalisasi tidak cukup hanya dengan memindahkan aktivitas usaha ke ruang digital, tetapi harus diikuti peningkatan produktivitas dan daya saing melalui edukasi, pelatihan, riset pasar, dan pemasaran yang lebih luas.

Di sisi lain, generasi muda perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan inovasi dan membangun perusahaan rintisan. Menurut Farida, perubahan teknologi telah mengubah lanskap industri dan tenaga kerja sehingga peningkatan kompetensi SDM menjadi kebutuhan.

“Indonesia tidak hanya menjadi pasar tetapi juga mampu menjadi produsen dalam ekonomi digital,” katanya.

Ia menambahkan, investasi asing juga perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas melalui transfer pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja.

“Pembangunan ekonomi nasional perlu melibatkan banyak pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata Farida.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.