Distribusi MBG untuk 3B Diperkuat Lewat Posyandu

oleh -6 Dilihat
banner 468x60

Jakarta- Pemerintah memperkuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) melalui jaringan posyandu di berbagai daerah. Skema ini diharapkan membuat penyaluran bantuan gizi lebih tepat sasaran sekaligus menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

Seperti di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, para kader Posyandu Kemala XVI-11 rutin membagikan makanan setiap hari kepada penerima manfaat kelompok 3B di wilayahnya. Program ini membantu memastikan kebutuhan gizi Masyarakat, terutama kelompok rentan, dapat terpenuhi dengan baik.

banner 336x280

Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, menyampaikan bahwa para kader merasakan langsung dampak positif dari program tersebut. Bagi para kader posyandu di Palmerah, kegiatan ini pun bukan sekadar rutinitas harian. Di balik pembagian menu dan pendataan penerima, tersimpan semangat gotong royong dan kepedulian sosial demi memastikan anak-anak, ibu menyusui, dan lansia mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Kami dari kader Posyandu Kemala XVI-11 Palmerah merasakan manfaat dari program MBG. Kami juga menyalurkan makanan setiap hari untuk balita, lansia, dan ibu menyusui,” ujar Muslika.

Dalam pelaksanaannya, distribusi dilakukan secara terstruktur, mulai dari posko di tingkat RW hingga ke RT. Menu makanan diambil dari posko RW, kemudian dibagikan kepada kader balita dan Dasawisma untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat di masing-masing RT.

“Sehari-hari kami mengambil menu dari posko di RW. Setelah itu, makanan dibagi ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT kemudian mendistribusikannya kepada balita penerima manfaat,” jelas Muslika.

Bagi orang tua yang bekerja, pengurus juga menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap bisa diterima. Sistem ini dibuat agar tidak ada penerima yang terlewat.

“Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” ungkapnya.

Data penerima manfaat pun sudah tercatat rapi di setiap RT, sehingga distribusi berjalan sesuai sasaran. “Data penerima sudah ada di masing-masing RT,” tambahnya.

Sementara itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Pemkot Pontianak mendukung berbagai program yang langsung bersentuhan dengan Masyarakat melalui kader posyandu dan PKK. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap program Pembangunan keluarga dan kesehatan ibu anak seperti program MBG bagi kelompok 3B.

“Pemerintah Kota Pontianak sudah sejak lama men-support kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, melalui PKK, melalui posyandu, dan OPD atau dinas terkait,” katanya.

Ia menilai, secara geografis Kota Pontianak tidak memiliki masalah berarti dalam distribusi MBG. Meski demikian, Edi mengakui masih diperlukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Dalam hal ini, kader posyandu dan PKK di daerahnya memegang peran penting.

“Ya, ini kan memang perlu sosialisasi. Ada beberapa yang memang perlu kita jelaskan kepada masyarakat,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.