Danantara dan Transformasi Ekonomi Berbasis Teknologi

oleh -4 Dilihat
banner 468x60

Oleh Mary Sofiana )*

Transformasi ekonomi berbasis teknologi kini menjadi arah strategis pembangunan nasional Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ditentukan oleh penguasaan inovasi digital. Dalam konteks tersebut, langkah Badan Pengelola Investasi Danantara menjalin kerja sama dengan Arm Limited menandai titik penting dalam upaya membangun kedaulatan teknologi nasional. Kolaborasi ini bukan sekadar kesepakatan investasi, melainkan pijakan fundamental bagi perubahan struktur ekonomi Indonesia dari ketergantungan pada komoditas menuju ekonomi berbasis pengetahuan, riset, dan penguasaan teknologi inti.

banner 336x280

Kerja sama Danantara dengan Arm Limited secara strategis menempatkan Indonesia masuk ke industri semikonduktor global dari sisi paling hulu, yakni desain chip. Selama ini, Indonesia lebih sering berada pada posisi hilir sebagai pengguna dan pasar teknologi. Padahal, dalam rantai industri semikonduktor, desain merupakan tahap paling fundamental karena menentukan arah inovasi, nilai tambah, serta kendali atas rantai pasok global. Penguasaan desain chip menjadi kunci agar Indonesia memiliki posisi tawar dan tidak selamanya bergantung pada teknologi asing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis, khususnya semikonduktor yang menjadi elemen dasar berbagai inovasi digital. Arm Limited dipandang sebagai mitra strategis karena menguasai mayoritas desain chip global, terutama untuk sektor otomotif, pusat data, dan kecerdasan buatan. Dengan bermitra pada tahap hulu industri, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi utama ekonomi digital modern.

Dimensi strategis kerja sama ini juga ditekankan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memandang penandatanganan framework agreement tersebut sebagai langkah penting pemerintah dalam mempercepat penguasaan teknologi semikonduktor nasional. Ia menilai dominasi Arm dalam desain chip global menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menguasai teknologi chip design sebagai bagian hulu industri semikonduktor. Melalui kemitraan ini, Indonesia diarahkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bertransformasi menjadi pengembang dan pemilik desain intelektual yang menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern, mulai dari otomotif pintar hingga pengembangan artificial intelligence.

Dari sisi implementasi, kerja sama ini memprioritaskan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kedaulatan teknologi. Indonesia menargetkan pelatihan terhadap 15.000 insinyur dalam ekosistem Arm agar mampu menguasai teknologi desain chip dan pengembangan generasi berikutnya dari semikonduktor. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun dengan menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia menggunakan modul pelatihan khusus. Skema ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan transfer teknologi berjalan nyata dan berkelanjutan.

Keterlibatan dunia akademik menjadi elemen penting dalam pembangunan ekosistem ini. Sejumlah perguruan tinggi terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia telah disiapkan sebagai mitra strategis dalam pengembangan kemampuan perangkat lunak dan desain chip. Kolaborasi yang dipersiapkan hampir dua tahun ini menegaskan kesadaran bahwa kedaulatan teknologi tidak dapat dicapai tanpa fondasi sumber daya manusia yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam kerja sama ini, Indonesia juga akan mengembangkan enam desain chip nasional yang difokuskan pada kepemilikan intellectual property strategis. Bidang yang menjadi opsi pengembangan mencakup teknologi otomotif, internet of things, data center, peralatan rumah tangga, kendaraan otonom, hingga komputasi kuantum. Pemilihan sektor ini akan menentukan arah pembangunan industri chip nasional ke depan. Kepemilikan IP oleh Indonesia menjadi instrumen penting agar nilai ekonomi, inovasi, dan kendali strategis tetap berada di tangan negara.

Arahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan penguasaan teknologi sebagai pilar strategis nasional yang sejajar dengan ketahanan pangan dan ketahanan energi. Dalam ekonomi digital, semikonduktor berfungsi sebagai infrastruktur inti yang menopang seluruh ekosistem, mulai dari kendaraan listrik, peralatan rumah tangga pintar, hingga pusat data dan kecerdasan buatan. Tanpa penguasaan teknologi ini, kemandirian ekonomi nasional akan selalu berada dalam posisi rentan terhadap dinamika global.

Saat ini, tahap manufaktur chip global masih didominasi perusahaan besar seperti TSMC, NVIDIA, dan SK Hynix. Namun, dengan membangun fondasi desain dan ekosistem SDM yang kuat, Indonesia membuka peluang untuk menarik investasi manufaktur di masa depan. Kerja sama Danantara dan Arm dapat dilihat sebagai fondasi jangka panjang untuk membangun rantai industri semikonduktor yang utuh, dari desain, pengembangan IP, hingga produksi.

Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak ingin tertinggal dalam perlombaan teknologi global. Tantangan tentu besar, mulai dari pendanaan, konsistensi kebijakan, hingga keberlanjutan pengembangan talenta. Namun, momentum ini menggeser pertanyaan besar dari apakah Indonesia mampu masuk ke industri semikonduktor menjadi seberapa konsisten dan serius negara membangun ekosistemnya. Jika dijalankan dengan disiplin dan visi jangka panjang, satu dekade ke depan Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta dan pemilik teknologi semikonduktor yang menopang transformasi ekonomi berbasis teknologi.

)* penulis merupakan pengamat teknologi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.