CNG Mulai 2027 Disiapkan untuk Rumah Tangga dan Usaha Kecil

oleh -5 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah menargetkan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram (kg) mulai digunakan masyarakat pada 2027.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini mengevaluasi hasil uji coba sekaligus mematangkan skema bisnis dan distribusi sebelum penerapannya diperluas kepada rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

banner 336x280

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pengujian CNG telah berlangsung selama satu bulan. Pemerintah masih membutuhkan waktu beberapa bulan untuk memastikan kesiapan program tersebut.

“Jadi, ini nanti akan memakan waktu beberapa bulan lagi, sehingga kita harapkan 2027 sudah bisa diimplementasikan, insyaallah,” kata Laode.

Laode menjelaskan evaluasi mencakup seluruh proses penggunaan CNG, termasuk penentuan skema bisnis yang akan mendukung pelaksanaan program. Untuk menunjang penerapan tersebut, pemerintah juga menyiapkan pengadaan sedikitnya 100.000 tabung CNG yang didatangkan dari China.

Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pengembangan CNG merupakan salah satu upaya pemerintah mengoptimalkan potensi gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang mencapai sekitar 7 juta–8 juta ton per tahun. Menurutnya, CNG telah digunakan di sejumlah sektor komersial, termasuk restoran dan hotel.

“Di beberapa restoran, hotel, itu sudah memakai CNG, dan harganya lebih murah sekitar 30–40 persen,” kata Bahlil, merujuk pada perbandingan harga CNG dengan LPG.

Meski demikian, penerapan CNG dalam tabung 3 kg masih memerlukan pengujian lebih lanjut, terutama terkait keselamatan, penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi. Pemerintah perlu memastikan teknologi serta infrastruktur pendukung sesuai dengan kebutuhan rumah tangga dan UMKM.

Founder dan Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menilai pemanfaatan gas bumi secara luas berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi negara dan masyarakat.

“Pemakaian gas bumi secara masif (jargas dan CNG) berpotensi menghemat devisa negara, meningkatkan penghematan belanja energi rumah tangga/UMKM, serta mendorong ketahanan energi nasional,” ujar Pri Agung.

Ia mendorong dukungan pendanaan, kepastian pasokan gas jangka panjang, serta pengembangan distribusi melalui sistem virtual pipeline untuk menjangkau wilayah tanpa jaringan pipa.

Pemerintah hingga kini belum menetapkan harga jual dan mekanisme distribusi CNG 3 kg. Hasil evaluasi dan kesiapan infrastruktur akan menjadi faktor penentu sebelum program mulai diterapkan pada 2027. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.