CKG Sebagai Instrumen Pemerataan Akses Kesehatan

oleh -8 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Dwi Saputri)*

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Free Health Check merupakan inisiatif yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari visi memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat. Implementasi program ini menjadi langkah strategis dalam menata fondasi pelayanan kesehatan nasional melalui pendekatan promotif dan preventif. Dengan memperluas akses pemeriksaan kesehatan secara gratis dan merata, CKG mendorong deteksi dini, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat sistem kesehatan nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Free Health Check menegaskan peran negara dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan yang merata dan inklusif. Kehadirannya membawa pesan kuat bahwa pelayanan kesehatan harus bersifat proaktif, dengan menempatkan pencegahan dan deteksi dini sebagai prioritas utama. Melalui perluasan akses pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, penguatan fasilitas layanan, serta peningkatan edukasi masyarakat tentang pentingnya skrining rutin, CKG dirancang untuk memperkuat fondasi kesehatan publik secara sistemik dan berkelanjutan, sehingga kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah dapat terus meningkat.

Sebagai instrumen pemerataan akses kesehatan, CKG memindahkan titik berat kebijakan dari pendekatan kuratif menuju preventif, serta dari mengobati menjadi mendeteksi dan mencegah sejak dini. Pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas dan fasilitas layanan primer membuka peluang yang lebih setara bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa terbebani biaya. Dalam konteks ini, CKG tidak hanya menghadirkan layanan medis, tetapi juga membangun budaya baru dalam sistem kesehatan nasional—budaya sadar kesehatan yang berbasis pencegahan.

Memasuki tahun 2026, CKG tidak lagi terbatas hanya di fasilitas kesehatan umum seperti puskesmas, melainkan diperluas menjangkau berbagai ruang publik. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa untuk memperluas cakupan skrining, CKG akan menyasar area perkantoran, perusahaan swasta, institusi pendidikan, hingga sejumlah instansi strategis. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak harus datang ke fasilitas layanan kesehatan untuk memperoleh akses pemeriksaan, melainkan layanan yang justru mendatangi tempat aktivitas mereka sehari-hari.

Perluasan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama kelompok pekerja yang selama ini terkendala waktu dan mobilitas. Banyak pekerja yang menunda pemeriksaan kesehatan karena kesibukan atau keterbatasan akses. Dengan menghadirkan layanan di tempat kerja dan ruang publik, hambatan tersebut dapat diminimalkan. CKG pun bertransformasi dari sekadar program berbasis fasilitas menjadi program berbasis komunitas. Pendekatan ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam memperluas pemerataan layanan kesehatan preventif agar deteksi dini dan penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), CKG telah diikuti oleh 70,8 juta warga atau sekitar 24,9 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka ini menunjukkan respons masyarakat yang cukup tinggi terhadap program yang relatif baru tersebut. Partisipasi yang besar ini juga menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala. Lebih lanjut, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan cakupan program CKG meningkat hingga 46 persen dari total penduduk atau sekitar 130 juta warga.

Target tersebut mencerminkan ambisi pemerintah untuk memperluas pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya dalam aspek deteksi dini dan pencegahan penyakit. Dengan peningkatan cakupan ini, CKG diharapkan mampu menjangkau hampir separuh populasi Indonesia. Jika target ini tercapai, Indonesia akan memiliki basis data kesehatan masyarakat yang jauh lebih komprehensif, sehingga kebijakan kesehatan ke depan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Selain perluasan cakupan, pemerintah juga melakukan sejumlah penguatan agar manfaat program CKG semakin dirasakan masyarakat. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa evaluasi tahun pertama menunjukkan perlunya penyesuaian jenis pemeriksaan berdasarkan pola penyakit yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Pada tahun kedua pelaksanaannya, pemerintah menambah sejumlah layanan skrining baru, meliputi pemeriksaan untuk scabies, kusta, dan frambusia—penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah tertentu.

Langkah ini menegaskan bahwa CKG tidak hanya berfokus pada penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, tetapi juga memberi perhatian pada penyakit menular yang berdampak sosial dan memerlukan deteksi dini. Dengan memasukkan skrining penyakit-penyakit tersebut, CKG semakin memperkuat perannya sebagai instrumen intervensi kesehatan masyarakat yang komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.

Dengan pendekatan yang semakin komprehensif mulai dari skrining, edukasi, hingga tindak lanjut medis CKG bergerak menjadi instrumen penguatan layanan kesehatan primer sekaligus alat pemerataan akses kesehatan. Pada akhirnya, CKG bukan hanya program pemeriksaan kesehatan gratis, melainkan sebuah kebijakan afirmatif untuk memastikan bahwa akses terhadap layanan kesehatan tidak ditentukan oleh lokasi geografis, latar belakang sosial, maupun kemampuan ekonomi. Melalui perluasan cakupan, penambahan jenis pemeriksaan, dan jaminan tindak lanjut medis, CKG menegaskan peran negara dalam menghadirkan keadilan kesehatan. Program ini menjadi fondasi penting menuju sistem kesehatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada seluruh rakyat Indonesia.

)* Pemerhati isu sosial-ekonomi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.