Pemerintah Hadirkan Koperasi Desa Merah Putih Sebagai Penggerak Ekonomi Desa

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jawa Timur – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong menjadi pusat penggerak ekonomi desa yang mampu memperkuat perekonomian nasional dari akar rumput. Di tengah tekanan dinamika global dan ketidakpastian geopolitik internasional, program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan aktivitas ekonomi tidak hanya bertumpu di kota, tetapi tumbuh dan berputar kuat di desa sebagai basis utama masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, usai melakukan serap aspirasi di tiga lokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dalam pertemuan bersama warga, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha desa, ia mengajak masyarakat mendukung dan menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih serta Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

banner 336x280

“Koperasi Desa Merah Putih ini kita harapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa,” kata Misbakhun.

Menurut dia, penguatan koperasi di desa akan membuat kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berputar di wilayah sendiri. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek dan terintegrasi, kesejahteraan masyarakat desa diharapkan meningkat secara bertahap.

“Jadi, kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk UMKM bisa berputar di desa sendiri. Kalau ekonomi desa bergerak, pertumbuhan nasional ikut terdorong,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi desa menjadi bagian penting dari strategi menjaga stabilitas nasional. Ketika desa memiliki daya tahan ekonomi, dampak gejolak global dapat ditekan dan ketimpangan wilayah bisa dikurangi.

Selain KDMP, Misbakhun juga menekankan pentingnya program MBG sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut generasi masa depan harus dipersiapkan dengan gizi yang cukup agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

“Generasi masa depan Indonesia harus dibekali dengan gizi yang cukup agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga maupun negara maju,” jelasnya.

Ia mengakui anggaran MBG tidak kecil, namun menilai program tersebut sebagai bentuk komitmen negara menyiapkan generasi unggul. Kritik terhadap program, menurutnya, sah-sah saja selama disampaikan secara konstruktif.

“Yang penting, tujuan mulianya jangan dirusak. Kritik boleh, tetapi harus konstruktif,” tuturnya.

Dalam setiap titik pertemuan, ia juga menggelar dialog interaktif untuk menyerap masukan warga. “Setiap masukan dari desa akan saya perjuangkan. Program pemerintah tidak hanya harus kuat di konsep, tetapi juga tepat dalam pelaksanaan,” katanya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.