Inflasi Masih Aman, Pemerintah Optimistis Stabilitas Ekonomi Terjaga

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Pemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah perkembangan inflasi pada Oktober 2026 yang mencapai 3,23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meskipun mendekati batas atas sasaran inflasi nasional, pemerintah menilai kondisi tersebut masih terkendali dan berada dalam rentang target yang telah ditetapkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, inflasi Oktober 2026 masih berada dalam sasaran pemerintah, yakni sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. Oleh karena itu, pemerintah tidak memandang perkembangan inflasi tersebut sebagai kondisi yang mengkhawatirkan.

banner 336x280

Menurut Airlangga, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan juga perlu dilihat dari sisi manfaat ekonomi bagi produsen, khususnya petani. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga bagi konsumen dan keberlangsungan pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

“Yang naik juga terkait dengan penghasilan dari petani, jadi kami biarkan inflasi masih dalam range dengan 2,5 plus minus 1,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 2,4 persen. Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok harga bergejolak, seperti cabai rawit dan ikan segar, serta kenaikan tarif angkutan udara.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian juga menyampaikan bahwa inflasi tahunan sebesar 3,28 persen pada September 2026 masih berada dalam rentang sasaran pemerintah. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan agar tidak menggerus daya beli masyarakat.

Tito menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi berkurangnya produksi akibat kekeringan di sejumlah daerah sentra. Untuk mengantisipasinya, pemerintah mendorong perluasan penanaman cabai di desa, kelurahan, hingga kawasan perkotaan.

“Sebenarnya bisa diatasi dengan menggenjot program tanam cabai yang banyak dilakukan di berbagai daerah, di desa-desa, di kelurahan, di kota,” tuturnya.

Selain memperkuat pasokan pangan, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, antara lain bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga, program bantuan sosial sekitar Rp30 triliun, serta diskon khusus menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap tekanan harga dapat dikendalikan, konsumsi domestik tetap terjaga, dan stabilitas ekonomi nasional terus dipertahankan hingga akhir 2026. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.