Kehadiran TNI Optimalkan Program Swasembada Pangan dan Tekan Ketergantungan Impor

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Pemerintah resmi mengerahkan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat sektor ketahanan pangan nasional, sebagai upaya nyata menekan ketergantungan pada komoditas impor, khususnya kedelai, padi, dan jagung.

Menurut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, peran TNI dalam program swasembada ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bagian dari visi besar yang lebih strategis bagi masa depan negara.

banner 336x280

“Kami ingin menjadi safety belt (sabuk pengaman) dalam rangka mengamankan strategi transformasi bangsa, di dalamnya ada swasembada pangan, swasembada energi, koperasi desa hingga desa nelayan. Nah, kami adalah sabuk pengaman,” pungkasnya.

Sebelumnya pada rapat kerja bersama Komisi I DPR RI Menhan menjelaskan bahwa kebijakan ini melibatkan pembagian tugas spesifik antar-matra militer. TNI Angkatan Darat (AD) diinstruksikan untuk fokus pada sektor pertanian padi, jagung, serta tanaman palawija. Sementara itu, TNI Angkatan Laut (AL) mendapatkan mandat khusus untuk mengoptimalkan produksi kedelai nasional.

“Untuk Angkatan Darat, tugasnya pertanian jagung dan padi, selain palawija. Angkatan Laut kedelai,” ujar Sjafrie.

Sjafrie menambahkan bahwa kolaborasi intensif dengan Kementerian Pertanian ini ditargetkan mampu memacu produktivitas domestik secara signifikan. Isu ketergantungan impor kedelai menjadi salah satu perhatian utama yang ingin segera diatasi melalui sinergi ini.

Sebagai bentuk implementasi di lapangan, TNI Angkatan Laut baru-baru ini telah melaksanakan panen raya kedelai yang berlokasi di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Langkah konkret tersebut menjadi indikator awal dari kesiapan militer dalam mendukung kedaulatan pangan.
Panglima TNI Agus Subiyanto memimpin langsung kegiatan Panen Raya Kedelai dilahan seluas 100 hektar di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam sambutannya Panglima TNI menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI dan pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta penguatan swasembada kedelai di Indonesia

Menurutnya, swasembada kedelai harus dilakukan secara bertahap, terukur, dan masif dengan memperluas lahan tanam di daerah yang memiliki potensi pertanian.

“Kondisi ini memberikan gambaran bahwa swasembada kedelai harus dilakukan secara bertahap, terukur dan masif melalui perluasan lahan tanam kedelai di wilayah potensial,” ujar Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, panen raya kedelai tersebut harus menjadi momentum memperkuat kemandirian pangan nasional.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah melalui optimalisasi potensi wilayah, pendampingan masyarakat, serta penguatan sektor pertanian sebagai bagian penting menjaga ketahanan negara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.