Pembangunan Kopdes Merah Putih Dipacu, Dukungan Berbagai Pihak Menguat

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kementerian, BUMN, hingga organisasi masyarakat. Program ini ditargetkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mengembalikan koperasi sebagai “soko guru” perekonomian nasional. Ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih menjadi bagian dari strategi besar transformasi ekonomi berbasis rakyat.

banner 336x280

Menurut Ferry, langkah ini diambil sebagai respons atas melemahnya aktivitas ekonomi lokal dalam tiga dekade terakhir akibat arus liberalisasi ekonomi.

“Kita ingin mengembalikan kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi yang kuat dan modern,” ujarnya.

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih. Hingga kini, sebanyak 83.000 akta badan hukum koperasi telah diterbitkan di seluruh Indonesia. Selain itu, pembangunan fisik juga dipercepat melalui Inpres Nomor 17 Tahun 2025, dengan target 32.000 unit fasilitas koperasi seperti gudang dan gerai rampung dalam dua bulan mendatang.

Namun, dalam pelaksanaannya, pemerintah menemukan sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur dasar di desa. Ferry mengungkapkan bahwa masih banyak desa yang belum memiliki akses listrik dan internet memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PLN dalam penyediaan pembangkit listrik tenaga surya skala kecil, serta menggandeng Kominfo dan Telkom untuk mempercepat digitalisasi koperasi di daerah terpencil.

“Kita tidak ingin anak muda desa terus lari ke kota (urbanisasi). Dengan adanya koperasi desa, kita bangun ekosistem usaha di desa agar tercipta pertumbuhan ekonomi lokal dan lapangan kerja baru,” kata Ferry.

Di sisi lain, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini menilai bahwa peluang yang dibuka pemerintah saat ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh organisasi masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan konsolidasi agar potensi tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi umat.

“Kita segera konsolidasi dan koordinasi semuanya. Insya Allah, saat ini pemerintah membuka diri, bahkan membuka jalan,” ujar Adian.

Menutup sambutannya, Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM, untuk aktif memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti kecap, saus, dan roti yang dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi desa. “Ini adalah revolusi ekonomi yang sedang berlangsung. Kita bangun industri dari desa untuk Indonesia yang lebih adil dan berdaulat,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.